You are currently viewing Upacara Bakti Paramarta dan Sejarahnya yang Perlu Kalian Tahu
Foto by Ikromi

Upacara Bakti Paramarta dan Sejarahnya yang Perlu Kalian Tahu

Upacara Bakti Paramarta adalah Upacara Penyulutan api yang ada dalam kegiatan pengkaderan CBP KPP IPNU IPPNU (Diklatama, Diklatmad, dll), layaknya upacara api unggun yang ada pada perkemahan Pramuka, akan tetapi konsep dan pelaksanaannya berbeda.

Upacara Bakti Paramarta sendiri adalah upacara yang mulai dilaksanakan oleh DKC CBP KPP Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014 dan pertama kali dilaksanakan yaitu pada acara DIKLATAMA DKAC CBP KPP Kecamatan Kedungwuni bertempat di Lapangan Desa Bugangan, Kedungwuni yang juga disaksikan oleh Pengurus DKW CBP KPP Jawa Tengah.

Sejarah

Pada awal kepengurusan DKC CBP Kabupaten Pekalongan periode 2014-2016, rekan Ahmad Baihaqi selaku Komandan (Koordinator) DKC CBP Kabupaten Pekalongan menghendaki adanya pematangan konsep dalam setiap kegiatan di CBP maupun KPP terutama dalam kegiatan pengkaderan tidak hanya sekedar urusan kuantitas akan tetapi juga kualitas agar dapat menghasilkan kader-kader yang berkualitas pula.

Kemudian beliau menyampaikan maksud tersebut kepada rekan Cahyono yang saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Administrasi (Sekjen) DKC CBP Kabupaten Pekalongan, kemudian dari hasil perbincangan pribadi antara beliau berdua, munculah sebuah gagasan untuk membuat Konsep Baku dalam setiap pengkaderan, dan beliau berdua sepakat untuk memasukan sejenis kegiatan yang bernafaskan kedisiplinan, kebersamaan, keakraban, semangat juang serta menghargai orang lain.

Maka ditemukanlah gagasan adanya Upacara Penyulutan Api layaknya api unggun pada Pramuka yang sebelumnya memang belum ada pada PLA CBP maupun KPP se-Indonesia.

Setelah itu rekan Ahmad Baihaqi meminta saran kepada rekan Cahyono untuk memberikan nama pada kegiatan upacara tersebut sebagai identitas lembaga.

Kemudian rekan Cahyono mengusulkan untuk memberi nama Upacara Paramarta, Paramarta sendiri berasal dari bahasa Jawa Kawi yang artinya Budi Pekerti Luhur. Dengan maksud Upacara Bakti Paramarta merupakan simbol bahwa CBP merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki budi pekerti luhur.

Setelah itu, keesokan harinya rekan Ahmad Baihaqi menginstruksikan untuk mengadakan rapat pengurus dengan agenda rapat kelembagaan DKC CBP sekaligus mengundang DKC KPP Kabupaten Pekalongan yang saat itu dikomandani oleh rekanita Ita Alawiyah.

Keesokan harinya, pada rapat kelembagaan bersama DKC CBP KPP Kabupaten Pekalongan bertempat di teras Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan yang dihadiri oleh sebagian besar pengurus pada waktu itu, diangkatlah hasil pemikiran-pemikiran antara rekan Ahmad Baihaqi dan rekan Cahyono sebagai bahan utama pembahasan dalam rapat tersebut.

Dalam rapat tersebut disetujui dan disepakatilah Upacara Paramarta sebagai salah satu simbol dalam kegiatan CBP KPP di Kabupaten Pekalongan. Akan tetapi dalam rapat tersebut terdapat masukan dari DKC KPP Kabupaten Pekalongan yang disampaikan oleh rekanita Sulistyowati yang saat itu menjabat sebagai wakil Komandan DKC KPP terkait nama yang digunakan, bahwa “Seolah-olah kata Paramarta hanya mencerminkan identitas CBP saja, karena kata Paramarta juga terdapat dalam Mars CBP”.

Sehingga beliau mengusulkan supaya ditambahi kata Bakti yang diambil dari slogan KPP yaitu Bakti Pertiwi sebelum kata Paramarta, sehingga menjadi “Bakti Paramarta”. Setelah itu, dengan berbagai macam pertimbangan yang ada, disetujuilah usulan dari rekanita Sulis tersebut oleh seluruh pengurus yang hadir dalam rapat.

Kemudian diambil kesimpulan bahwa “Bakti Paramarta” memiliki maksud dan arti upacara sebagai wujud bakti terhadap NKRI oleh para generasi penerus bangsa yang berbudi pekerti luhur.

Setelah disepakati bersama, barulah konsep dari pelaksanaan Upacara Bakti Paramarta mulai digarap oleh rekan Ahmad Baihaqi dan rekan Cahyono dari CBP serta rekanita Zakirotun Ni’mah dari KPP (Wakil Komandan KPP). Yang kemudian mulai diimplementasikan dalam acara DIKLATAMA DKAC CBP KPP Kedungwuni pada tahun 2014, dan hingga sekarang masih terus dilaksanakan dalam setiap kegiatan pengkaderan CBP maupun KPP.

DKC CBP KPP Kabupaten Pekalongan memiliki harapan agar Upacara Bakti Paramarta dapat diimplementasikan di seluruh Nusantara dan dibakukan menjadi salah satu simbol dalam kegiatan CBP KPP Nasional, agar dapat tercipta kader-kader CBP KPP yang matang luar dalam. Dengan maksud siap di lapangan dan siap pula dalam menghadapi forum.

Demikianlah sejarah singkat mengenai Upacara Bakti Paramarta yang saat ini ada dalam kegiatan CBP KPP

Semoga bermanfaat… ūüôā

Pengirim: M Ikromi

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan