You are currently viewing Sulit Rekrut Anggota Agar Gabung IPNU-IPPNU? Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Sulit Rekrut Anggota Agar Gabung IPNU-IPPNU? Ini Yang Harus Kamu Lakukan

Gaes, sebagai pengurus organisasi IPNU-IPPNU, pernah nggak sih kalian mengalami kesulitan dalam merekrut anggota baru?. Jika iya, coba simak baik-baik ya tulisan di bawah ini…hehe.

Anggota baru di sebuah organisasi sangatlah dibutuhkan, tujuannya yakni sebagai regenerasi untuk organisasi itu sendiri. Terlebih lagi, organisasi IPNU-IPPNU, yang notabene adalah kaderisasi paling awal dari Nahdlatul Ulama (NU).

Semua sudah sepakat bahwa IPNU dan IPPNU merupakan badan otonom (Banom) paling bawah dari NU. Pengurus IPNU-IPPNU saat inilah yang dalam 15 hingga 20 tahun kedepan mungkin akan menjadi pengurus NU. Ringkasnya, kader IPNU-IPPNU masa sekarang adalah cerminan NU masa depan.

Akan tetapi, kita sebagai pengurus IPNU ataupun IPPNU kadang kala menemui kesulitan dalam merekrut anggota baru, dalam hal ini saya tekankan terjadi di tingkatan ranting (desa).

Keberadaan Pimpinan Ranting (PR) sendiri tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Sebab, dari rantinglah muncul kader-kader IPNU – IPPNU yang kemudian menjadi pengurus di tingkatan PAC, PC, PW bahkan PP.

Menjadi pengurus IPNU-IPPNU di tingkat ranting berarti sudah menjadi kewajibannya untuk merekrut anggota baru. Merekrut anggota baru disini bukan cuma tugas ketua saja, melainkan semua yang masuk dalam struktur kepengurusan memiliki andil untuk ikut serta mencari anggota baru.

Anggota-anggota baru inilah yang nantinya akan meneruskan estafet kepengurusan. Pada kenyataannya, saat merekrut anggota baru tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada saja krikil-krikil kecil yang menjadi penghalang.

Kita mungkin telah mengerahkan segala kemampuan yang kita miliki untuk mengajak anak-anak usia belasan tahun di desa agar bergabung ke dalam IPNU-IPPNU. Seperti saat mengajak anak agar mau ikut dalam kegiatan rutinan mingguan, atau saat mengajak anak agar mau mengikuti kegiatan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) dan kegiatan lainnya.

Tapi tidak semua yang diajak itu mau untuk ikut dengan kita. Ada saja alasan-alasan klasik dari si anak. “Buat apa tha ikut IPNU-IPPNU, cuma buang-buang waktu dan tenaga saja”, “Ikut IPNU-IPPNU itu nggak penting, mending di rumah saja belajar biar pintar”, “IPNU-IPPNU itu organisasi apa?, saya gak tahu”, “Apa sih untungnya ikut organisasi”, dan lain sebagainya.

Kalimat-kalimat seperti itulah yang sering kita dengar saat kita menjadi pengurus IPNU-IPPNU di tingkat ranting. Diakui atau tidak, saya rasa semuanya sudah pernah mengalami atau bahkan sekarang ini sedang merasakannya.

Nah, untuk menjawab permasalahan tersebut, saya akan memberikan sedikit jawaban bagi rekan-rekanita sekalian. Saya telah melakukan wawancara via WhatsApp dengan kader-kader IPNU-IPPNU yang sudah berpengalaman, mereka pernah menjadi pengurus baik di ranting maupun di tingkatan atasnya.

Saya hanya mengajukan satu pertanyaan simpel yang intinya adalah “Menurut pendapat kalian, bagaimana sih cara kita mengajak anak-anak desa agar mau ikut dalam IPNU-IPPNU?”

Jawaban dari mereka beragam, menggunakan bahasa yang santai dan bahkan ada yang pakai bahasa Jawa. Namun, saya tuliskan disini dengan bahasa yang mudah dipahami. Dan berikut ini adalah jawaban mereka.

“Yang terpenting itu anaknya nyaman, kalau caranya masing-masing tergantung orangnya (anak yang kita ajak tersebut). Tergantung siapa yang mau diajak. Kalau misal anaknya senengnya apa, ya kita ngajaknya dari kesenangannya itu, masing-masing anaknya”. – M. Dzikrul Ulum (Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Pekalongan 2020-2022).

“Untuk mengajak calon kader IPNU-IPPNU, kita harus melakukan pendekatan terlebih dahulu pada anak tersebut. Kita dekati tanya-tanya apa saja tentang kesukaan mereka,hobi mereka. Itu semua dilakukan agar tidak tiba-tiba ngajak mereka untuk gabung ke IPNU-IPPNU, tapi biar ada chemistri terlebih dahulu. Nah baru setelah melakukan pendekatan kita ajak mereka untuk gabung lewat rutinan-rutinan ataupun ajakan partisipasi di dalam program kerja yang di adakan” – Ahmad Maefuri (Koord Dept. Kaderisasi PC IPNU Kabupaten Pekalongan 2020-2022).

“Di ajak duduk bersama, di ajak ngobrol empat mata. Pasti ada alasan tidak mau ikut IPNU-IPPNU-an. Tapi perlu dicatat, ikut IPNU-IPPNU itu kadang dari kesadaran, tidak harus dipaksa-paksa” – Khasan Basri (Sekretaris PC IPNU Kabupaten Pekalongan 2020-2022).

“Ya, kalau cara yang saya lakukan itu ya kita ajak-ajak ke hal-hal yang dia suka, semisal mereka sukanya nongkrong-nongkrong yang kita ikut nongkrong, tapi dikit-dikit kita selipkan kata-kata ‘asyik lho ikut IPNU-IPPNU itu, ada banyak kegiatan, bla-bla-bla’. Misal ada kepengurusan baru, ya kita buat program kerja yang banyak disukai anak-anak tersebut. Misal dari seni kan biasanya ada yang suka nyanyi-nyanyi gitu, berarti buat aja latihan paduan suara, les vokal atau main musik dan sebagainya gitu”- Rosa Sulistyawati (Koord Dept. Kaderisasi PC IPPNU Kabupaten Pekalongan)

“Menurutku sih, cara membujuknya dengan diberi gambaran tentang IPNU-IPPNU, artinya IPNU-IPPNU itu organisasi kemasyarakatan yang di dalamnya itu mengasikkan. Bisa juga dengan membuat proker yang baru yang mengasikkan dengan melibatkan anggota baru. Supaya mereka tertarik untuk bergabung dengan IPNU-IPPNU” – Nur Khafifah (Anggota Dept. Kaderisasi PC IPPNU Kabupaten Pekalongan.

“Di lihat dari latar belakangnya atau lingkungannya, buat kegiatan yang sekiranya mereka itu senang, tapi tidak instan tiba-tiba langsung mereka mau, yang penting ditekuni dulu. Jangan menuntut mereka untuk ikut IPNU-IPPNU tapi dituntun sedikit demi sedikit. Dan hasilnya kembali ke diri mereka masing-masing, yang terpenting dari kita sudah berusaha untuk mengajaknya” – Nur Falasifah (Ketua PC IPPNU Kota Pekalongan 2019-2021).

Nah itu gaes jawaban dari mereka. Saya simpulkan bahwasanya dalam mengajak anak-anak desa untuk bergabung ke IPNU-IPPNU itu bisa dilakukan dengan banyak cara.

Poin terpenting adalah kita ikut gabung dulu dengan mereka. Kita masuk lewat jalan mereka, namun keluar lewat jalan kita. Dalam artian begini, misal si anak tersebut sukanya bermain game sepakbola, ya kita coba ikuti mereka. Kita ikut bareng main game dengan mereka, untuk hal seperti ini tidak hanya dilakukan sesekali, tapi bisa bertahap ya gaes.

Kalau mereka sudah nyaman dengan kita, sudah happy dengan kita, ya kita coba sedikit-sedikit tarik mereka untuk bergabung dengan kita. Hal ini berlaku untuk semua hobi dari mereka, kesukaan mereka apa, ya kita meskipun tidak suka dengan kesukaan mereka, kita tetap harus ikuti mereka jika memang kita serius untuk mencari anggota baru.

Poin penting lainnya adalah kita jangan memaksakan kehendak. Kalau kita egois, terlalu banyak memaksakan, yang ada mereka malah bosan dan bisa-bisa mereka menganggap kita tidak baik. Kepribadian anak itu kan masing-masing, kadang ada yang tidak dibolehkan orang tuanya untuk ikut organisasi, kadang ada anak yang memang tidak mau bergaul dengan lingkungan sekitarnya, terkadang pula ada anak yang tidak mau diganggu atau apalah, ya sudah biarkanlah, yang terpenting kita sudah berusaha merayu mereka. Itu lebih baik daripada sama sekali kita tidak berusaha.

Selanjutnya adalah jika kita sudah berhasil mengajak mereka untuk gabung dengan kita, mereka jangan kita sia-siakan. Beri perhatian lebih untuk si anggota baru. Biasanya anggota baru masih malu-malu dengan lingkungan barunya. Beri kesan yang mengesankan untuk si anggota baru di pertemuan pertamanya. Jika hal itu dilakukan maka si anggota baru akan ikut bergabung lagi di pertemuan berikutnya.

Selain hal-hal di atas, agar mendapatkan anggota baru, kita juga bisa praktekkan taktik pembagian undangan (kegiatan rutinan) ke anak-anak desa yang baru lulus MI/SD dan usia SMP dan SMA. Kita data berapa jumlah anak-anak usia 13 sampai 17 tahun misalnya, kita sebar undangan sebanyak itu. Insyaallah, misal dari 100 undangan yang kita bagikan, 20 atau 30 anak itu kemungkinan akan hadir di kegiatan rutinan. Dan yang terpenting lagi, dalam melakukan hal ini adalah istiqomah, tidak bisa hanya dilakukan sekali atau dua kali, tapi sesering mungkin.

Cukup sekian dan terima kasih. Silakan share tulisan ini jika bermanfaat.

Penulis : Khairul Anwar (Anggota Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kab. Pekalongan)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan