You are currently viewing SKB Tahap ke-3, Peserta Diskusi Tentang Islam Nusantara
Peserta SKB PC IPNU-IPPNU Kab. Pekalongan

SKB Tahap ke-3, Peserta Diskusi Tentang Islam Nusantara

Tirto – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan Sekolah Kader Berkelanjutan (SKB) tahap ke-3 yang bertempat di kantor Majlis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Tirto, Kamis-Jumat (10-11/6).

SKB tahap ke-3 ini mengangkat tema ‘Islam Nusantara’ dengan pemantik dalam diskusi tersebut ialah wakil ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan bidang olahraga, seni dan budaya M Luthfi Khakim. Acara dimulai pukul 21.00 WIB dengan diikuti oleh kader IPNU-IPPNU perwakilan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pekalongan.

Wakil ketua PC IPNU bidang kaderisasi yang sekaligus ketua Steering Committee (SC) Latihan Kader Utama (Lakut) M Dzikrul Ulum menyampaikan bahwa SKB ini adalah kegiatan pra Lakut yang menjadi syarat wajib bagi calon peserta mengikuti kegiatan pengkaderan tertinggi IPNU-IPPNU itu.

“Ada lima tahapan SKB dan setiap SKB ada satu tema yang diangkat atau dijadikan bahan diskusi. SKB sendiri sudah berjalan sebanyak tiga kali, sebelum ini telah berjalan di Kecamatan Kandangserang dengan tema orientasi kader dan di Kecamatan Siwalan dengan tema ideologi kebangsaan, Sedangkan Lakut nya sendiri insyaallah akan kami laksanakan pada bulan Agustus” terangnya.

Ia berharap peserta mengikuti kegiatan SKB ini dengan baik dan juga dengan adanya SKB ini mereka bisa menata diri mereka sebagai kader yang mampu mengubah mindset mereka bagaimana layaknya seorang kader.

Pemantik dalam diskusi pada SKB tahap ke-3, M Luthfi Khakim menyampaikan tentang pengertian Islam Nusantara. Ia mengatakan bahwa Islam Nusantara merupakan nilai, konsep fisosofis dan interpretasi Islam dengan cara pandang budaya Nusantara.

“Bukan Nusantara menurut barat ataupun arab, tetapi Nusantara itu sendiri yang bukan merupakan identitas wilayah teritorial semata dan sebetulnya itulah nilai Islam yang sesungguhnya,” ujarnya.

Disampaikan, bahwa ciri-ciri khas Islam Nusantara ini adalah Islam Ahlussunah Wal Jamaah yang moderat, cinta damai dan menempatkan budaya secara inklusif.

Luthfi begitu ia disapa, menambahkan tentang seberapa penting peserta mendalami materi tentang Islam Nusantara. “Bicara penting dan tidaknya itu kembali lagi kepada individu peserta, yang terpenting adalah dengan dikenalkan Islam Nusantara kepada para kader, dapat membuat cara pandang mereka lebih luas,”.

“Selain itu mereka tidak saklek pada kebenaran sektarian yang kaku dan menolak perubahan zaman yang memang sunatullahnya harus berubah yang tentunya di barengi dengan tujuan pengutusan Rasulullah Saw yaitu liutammima makarimal akhlak,” pungkasnya.

Pewarta: Khairul Anwar

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan