Seperti ini Pesan Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan di Hari Pendidikan Nasional

Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Momentum ini seharusnya tidak diperingati sebagai seremonial belaka. Namun esensi dari pendidikan nasional patut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai pengobar semangat akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan ini.
Dalam sejarahnya Ki Hajar Dewantara sangat gigih memberantas kebodohan yang telah lama menggelayuti pemikiran rakyat Indonesia selama masa penjajahan. Dalam perkataannya yang terkenal Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang artinya “didepan menjadi contoh (panutan), ditengah berbuat keseimbangan, dibelakang memberikan dorongan”.
Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan, Rekan Ahmad Mujahid mengatakan, pendidikan tidak akan terlepas dari cerminan pribadi, kelompok bahkan sebuah negara, karena bermodal pendidikan yang baik akan mencermikan kebaikan pula.
Sebenarnya semuanya sudah sadar akan pentingnya sebuah pendidikan, tetapi yang sangat dikhawatirkan dewasa ini adalah bobroknya kualitas pendidikan moral bagi generasi muda kita, bisa dilihat dengan banyaknya fenomena kenakalan remaja dan pelajar yang terjadi sekarang. Inilah yang menjadi PR besar bangsa kita yang harus dibenahi bersama.
‘’Dari pihak orangtua pun harus selalu mendampingi dalam proses perkembangan anaknya, apa yang terjadi pada anaknya idealnya orangtua harus mengetahui, dan orangtua lah tempat pengaduan segala problematika atau permasalahan yang dihadapi oleh anak”, lanjut ia menambahkan.
Terakhir ia berpesan, maka dari itu IPNU hadir sebagai wahana kreasi dan ekspresi yang positif bagi pelajar, menjadi solusi mencurahkan segala kreatifitas yang ada, untuk dituangkan dalam sebuah aksi atau kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. (cs)
Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan