You are currently viewing Ramadhan Segera Tiba, Ini Pesan Wafik Fahmi Untuk Pelajar NU di Kota Santri

Ramadhan Segera Tiba, Ini Pesan Wafik Fahmi Untuk Pelajar NU di Kota Santri

Pekalongan – Bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyah sebentar lagi tiba, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan, M Wafik Fahmi menghimbau kepada kader-kadernya baik yang ada di tingkatan anak cabang, komisariat, ranting dan anak ranting untuk tidak menyia-nyiakan bulan penuh berkah ini.

Wafik, begitu ia disapa meminta supaya pelajar NU di Kabupaten Pekalongan untuk mensyiarkan Islam yang moderat di bulan suci Ramadhan tahun ini. “Memasuki bulan suci Ramadhan di tahun 2021 M/1442 H, kami selaku Pimpinan Cabang menghimbau agar IPNU dan IPPNU se-Kabupaten Pekalongan untuk mensyiarkan Islam dengan meramaikan kegiatan di masyarakat,”ucapnya.

Disampaikan, pelajar NU di Kota Santri ini jangan sampai melakukan aktivitas atau kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Wafik menginginkan kader-kadernya untuk memeriahkan kegiatan-kegiatan keagamaan dalam segi apapun, terutama untuk belajar mengaji kitab, tadarus Al-quran, sholat tarawih dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Perlu diketahui bahwasanya bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Bagi kita umat Islam, kedatangan bulan puasa ini penuh dengan harapan dan semangat ibadah kepada Allah SWT. Selain diwajibkan untuk berpuasa, kita juga harus melakukan ibadah-ibadah lainnya. Semoga kita semua bisa memanfaatkan momentum bulan suci ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Wafik juga memandang bahwa kader IPNU dan juga IPPNU harus senantiasa membantu antar sesama dan sanggup menyebarkan amalan-amalan Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyah.

“Himbauan lainnya adalah agar membantu antar sesama manusia, memperbanyak sedekah, menghormati orang tua, para guru dan ulama, serta amal baik lainnya. Kita semua tahu bahwa kontribusi dan kebaikan kita terhadap orang lain pada bulan Ramadhan akan bernilai dua kali lipat dibanding kebaikan kita di bulan lain. Tak lupa pula agar kader IPNU-IPPNU untuk tetap melestarikan tradisi-tradisi yang selama ini ada di NU, seperti membaca yasin-tahlil, istighotsah, ziarah, dan lain sebagainya” tegasnya. (K.A)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan