You are currently viewing PR IPNU IPPNU Desa Pecakaran Sukses Gelar Pelantikan

PR IPNU IPPNU Desa Pecakaran Sukses Gelar Pelantikan

Wonokerto – Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan sukses menyelenggarakan pelantikan PR IPNU IPPNU Desa Pecakaran periode 2020-2022 guna untuk mengukuhkan jabatannya agar lebih berpotensi dalam melaksanakan tugasnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Balai Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto. Acara ini berlangsung pada Senin, 28 Desember 2020 pukul 19.30 – 23.30 WIB

Pembukaan dimulai pada pukul 19.30 WIB. Dengan adanya iringan lantunan qosidah rebana persembahan dari anak anak PR IPNU-IPPNU Pecakaran sendiri, yang mana pembukaan dihadiri oleh Kiai Ulin Nuha sebagai Ketua Ranting NU Pecakaran dan M. Yusuf sebagai perwakilan dari Perangkat Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto. Serta dihadiri pula oleh ketua PAC Gerakan Pemuda Ansor Wonokerto Sahabat Ginanjar, dan perwakilan Pengurus PC baik IPNU maupun IPPNU Kabupaten Pekalongan yang memandu jalanya pelantikan, dalam hal ini Pimpinan Cabang IPNU langsung dihadiri oleh Rekan Wafik Fahmi dan Rekan Moh Sirojul Falah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 anggota IPNU dan 38 anggota IPPNU, ditambah dari Pengurus Harian. Pada acara tersebut Pimpinan NU Ranting Pecakaran memberikan sambutan yang diwakili oleh Kiai Ulin Nuha yang mana dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada kader kader muda NU untuk menjaga aqidah kita, dari adanya paham-paham yang mulai menggerogoti kader muda NU karena sudah banyak dari kita yang sudah mulai ber-yel yel paham lain.

Lalu dilanjut sambutan dari Perwakilan Perangkat Desa sekaligus sebagai Pembina PR IPNU Desa Pecakaran, M. Yusuf yang mengatakan, “Jangan pernah berhenti setelah dilantik, pada dasarnya ini adalah gerbang awal setelah dilantik. Sangat penting berlangsungnya kegiatan untuk kemajuan dan eksistensi IPNU IPPNU kedepannya karena ini adalah gambaran strategi bagaimana kedepan untuk menjalankan roda berorganisasi, jangan sampai kita hanya sekedar iuran nama tetapi tidak ikut andil dalam keorganisasian dan ini yang perlu digaris bawahi untuk menganalisisasi”. Ucapnya.

Dengan adanya pelantikan, entah itu pengurus maupun anggota dituntut agar lebih produktif  dalam menjalankan apa yang sudah menjadi kengiatan untuk mengabdikan diri di Nahdlatul Ulama. 

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan