You are currently viewing Perlu Kamu Tahu! Begini Sejarah Desa Dadirejo di Kecamatan Tirto

Perlu Kamu Tahu! Begini Sejarah Desa Dadirejo di Kecamatan Tirto

Pada masa sebelum tahun kemerdekaan desa Dadirejo yang terletak di Kecamatan Tirto bernama desa “SURODADI“ nama yang diambil dari putra Kiai Ageng Kalipu yang babad Desa Dadirejo. Kiai Ageng “KALIPU“ adalah santri Sunan Ampel yang ditugaskan untuk mengembara dalam rangka menyebarkan ajaran agama Islam di tanah jawa. Pertama kali kiai Ageng Kalipu menginjakkan kakinya di desa Dadirejo adalah di perbatasan Desa Dadirejo – Pekuncen, karena pada jaman dahulu sarana trasnsportasi adalah melalui sungai.

Kiai Ageng kalipu berjalan ke selatan menyusuri sungai, dan mendarat  di dukuh Gandu Lor, tepatnya sekarang menjadi lokasi jembatan gantung. Di situlah Kiai Ageng Kalipu mulai menyebarkan agama Islam kepada masyarakat setempat. Hari berganti hari santri Kiai Ageng Kalipu bertambah banyak, dan warga sekitar menyebut “Mbah Kiai Gandu Waseso“ dan sekarang sekitar wilayah tersebut bernama “GANDU“.

Tahun berganti tahun santri “Mbah Kiai Gandu Waseso“ bertambah banyak serta masyarakat disekitarnya banyak yang masuk agama Islam. Tahun kejayaan Kiai Ageng Kalipu sekitar tahun 1920 – 1940, hingga tahun menjelang kemerdekaan.

Setelah tahun 1940 muncullah tokoh masyarakat, dengan sebutan Mbah Kiai Sarbani memimpin perjuangan melawan penjajah , beliaulah yang memimpin perjuangan di Desa Dadirejo, Mbah Kiai Sarbani adalah santri Mbah Kiai Kholil Bangkalan Madura, kemudian Mbah Kiai Sarbani diangkat jadi Lebe “Imamuddin“ oleh masyarakat dengan sebutan “Mbah Kiai Abdul Karim“ beliau menjadi Lebe pada masa pemerintahan desa dipimpin oleh Lurah Amad sekitar tahun 1940 sampai dengan tahun 1950.

Kemudian setelah Tahun 1976  Desa Surodadi menjadi nama Desa Dadirejo sampai sekarang.

Pengirim: Rozi

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan