You are currently viewing Pentingnya Menjaga ‘Ketersalingan’ Dalam Ber-IPNU & IPPNU

Pentingnya Menjaga ‘Ketersalingan’ Dalam Ber-IPNU & IPPNU

Terbentuknya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), sekitar 60 tahunan silam, merupakan buah hasil pemikiran dan gagasan dari para pelajar, santri dan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) pada saat itu.

IPNU dan IPPNU adalah sebagai cermin atau miniatur mini NU masa depan. IPNU adalah wadah bagi kaum laki-laki, sedangkan IPPNU adalah wadah bagi kaum perempuan, dalam hal ini adalah pelajar Nahdliyin yang berusia 13-27 tahun.  

Berdirinya IPNU dan IPPNU juga seakan-akan mempertegas bahwa laki-laki dan perempuan adalah dua hal yang berjalan beriringan. Laki-laki dan perempuan merupakan jenis kelamin yang diciptakan oleh Allah SWT.

Dalam Al-Qur’an sendiri dinyatakan bahwa segala sesuatu berpasangan. Semua pasangan seperti laki-laki dan perempuan tunduk kepada sang pencipta.

Namun dalam hal ini, kaitannya dengan IPNU dan IPPNU, bukan ‘pasangan’ dalam arti sebenarnya. Melainkan hanya sebagai mitra atau partner organisasi, yang keduanya harus ‘saling’ dalam berbagai hal.

Perlu diketahui, IPNU dan IPPNU merupakan dua organisasi yang berbeda, hanya saja kedua organisasi ini berjalan berdampingan dalam mewujudkan cita-cita organisasi induk, serta memiliki tujuan yang sama dan menjadi gerbang awal kaderisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama.

Sebagai dua organisasi yang berjalan beriringan, tentunya keduanya harus bahu-membahu menjalankan tugas organisasi. Meski saat ini banyak kegiatan antara IPNU dan IPPNU yang terpisah, umumnya di tingkatan Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Wilayah (PW) dan Pimpinan Pusat (PP), tapi sebagai organisasi yang berjalan berdampingan, nilai-nilai dalam ‘berhubungan’ tetap harus diterapkan.

Dibutuhkan ‘ketersalingan’ untuk menjaga keharmonisan organisasi.

  1. Saling menjaga komunikasi

Dalam sebuah organisasi tentunya didalamnya terdapat berbagai jenis manusia. Demi terwujudnya organisasi yang berkembang dan maju, manusia-manusia yang berkumpul di dalamnya haruslah sering berinteraksi satu sama lain. Dan meskipun IPNU – IPPNU adalah dua organisasi yang berbeda, tapi keduanya punya peran yang sama, salah satunya adalah mengkader pelajar NU. Dibutuhkan sebuah komunikasi yang efektif di antara keduanya, apalagi bila akan mengadakan suatu event besar yang panitianya berasal dari unsur IPNU dan IPPNU.

Komunikasi diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berorganisasi. Adanya miskomunikasi pada umumnya terjadi akibat para anggota organisasi mengabaikan atau menganggap sepele masalah komunikasi ini. Padahal, kunci keberhasilan suatu organisasi adalah komunikasi. Terlebih lagi, zaman sekarang sudah dimudahkan dengan adanya media sosial. Tanpa ketemu, komunikasi lewat jarak jauh pun tetap bisa dilakukan.

  • Saling Mengingatkan

Lupa adalah salah satu sifat manusia yang bisa dimaklumi. Dengan ini, menjadi sebuah keharusan bagi kader IPNU dan IPPNU untuk saling mengingatkan. Utamanya mengingatkan dalam hal kebaikan. Seperti mengingatkan ketika ada surat masuk dari organisasi lain, ataupun mengingatkan akan adanya hal-hal penting yang mungkin saja, salah satu dari keduanya kelupaan. Intinya semangat saling mengingatkan ini harus tetap dijaga. ‘Saling mengingatkan’ juga termasuk dalam sebuah berkomunikasi.

  • Saling menghormati dan menghargai

Sikap saling menghormati dan menghargai dalam interaksi sosial penting dilakukan supaya tidak ada perpecahan di masyarakat, dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Hal ini juga berlaku dalam berorganisasi IPNU-IPPNU. Contoh kecilnya adalah menghormati dan menghargai sebuah pendapat, saran, dan masukan.

Biasanya hal tersebut terjadi ketika sedang melakukan rapat secara bersama-sama. Dari kedua belah pihak tidak boleh ada sifat egois atau ingin menang sendiri. Utamakan musyawarah dalam mengambil sebuah keputusan. Hargai dan hormati setiap ada orang yang berbicara. Bila yang berbicara adalah IPNU, maka IPPNU harus menjadi pendengar yang baik, dan begitupun sebaliknya.

  • Saling membantu

Memberikan pertolongan atau memberi bantuan kepada orang lain adalah bentuk perilaku positif. IPNU dan IPPNU juga harus menerapkan prinsip ini, jika belum bisa menerapkannya di lingkungan masyarakat, minimal diterapkan di lingkungan internal sendiri. Saling membantu ini juga merupakan sebuah bentuk dari sikap kepedulian.

Bantu-membantu ini menjadi sangat penting untuk diterapkan di lingkungan organisasi. Ketika dua organisasi menjadi satu, maka di dalamnya harus ada prinsip tersebut. Sebagai contohnya adalah saling membantu saat kegiatan bersama. Misal, dalam hal pemasangan MMT, sebenarnya soal ini tidak melulu-melulu harus dilakukan oleh IPNU, namun IPPNU juga bisa membantunya, seperti mengambilkan lakban, gunting atau sebagainya. Kemudian contoh lain, dalam hal konsumsi, konsumsi memang identik dengan IPPNU jika kegiatan bersama, namun stigma ini harus dihapuskan, bahwa IPNU juga bisa membantu dalam urusan menyiapkan konsumsi. Kedua contoh tersebut hanya sebagian kecil yang bisa diterapkan.

  • Saling bekerjasama

Kerja sama merupakan kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau lembaga, pemerintah untuk mencapai tujuan bersama. Begitupun halnya dengan IPNU-IPPNU, keduanya harus saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan bekerjasama, akan memudahkan atau meringankan kegiatan yang sedang dikerjakan bersama.

Selain kelima hal tersebut, sebenarnya masih banyak lagi ‘ketersalingan’ yang harus selalu dijaga oleh IPNU – IPPNU. Namun, cukup kelima hal diatas yang jika diterapkan secara maksimal bisa menjadikan organisasi lebih baik lagi.

Penulis : Khairul Anwar (Anggota Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kab. Pekalongan)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan