You are currently viewing Pelajar Pancasila
pelajar pancasila

Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila adalah pelajar yang memiliki karakter pancasila, yang selalu memegang teguh keyakinannya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempunyai jiwa kemanuisaan dan perdaban yang tinggi, mencintai perdamaian untuk terwujudnya persatuan, komunikatif dalam pergaulan dengan masyarakat umum hingga mencapai kemufakatan dan puncaknya menghasilkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“ Jangan terlalu tinggi dalam bermimpi, saat terjatuh akan lebih menyakitkan ” mungkin ada yang berkomentar demikian, tapi jangan salah, saat kita bermimpi dengan tingkat keluhuran, pasti akan ada jalan dan harusnya memang demikian. Rona kehidupan nusantara sejak zaman masa kerajaan khususnya di Jawa, dari era Mdang Kamulan atau Mataram Kuno, melahirkan peradaban besar dengan pimpinan Kerajaan Majapahit, lantas munculnya peradaban Mataram Islam hingga era kemerdekaan bangsa Indonesia melahirkan peradaban Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila adalah serangkaian metamorfosa kondisi nusantara. Namun yang berhasil masuk dalam setiap lini peradaban dan tak tergantikan adalah ideologi pancasila dengan segala macam nama pada eranya masing masing.

Di era Mdang kamulan atau Mataram Kuno sudah banyak terjadi silang pendapat, termasuk dalam hal keagamaan, sehingga sinkretisme  ajaran Hindu dan Buddha berjalan dengan perdamaian, dan menghasilkan kemakmuran yang dirasakan oleh masyarakatnya. Yang lebih menarik lagi ketika membahas tentang Majapahit, dimana era tersebut harus mengondisikan luas wilayah yang melampaui Asia, namun semangat persatuan selalu dikobarkan, lebih lagi dengan adanya Sumpah Palapa yang dipolulerkan oleh Mahapatih Gajah Mada membuat seluruh elemen termasuk masyarakat kecil merasakan dampak persatuan. Selain memperesatukan secara poltik dan kemiliteran, di era Majapahit mulai masuk ajaran Agama Islam sehingga pluralitas di era ini sudah sedemikian luas dengan penerimaan keberagaman yang baik, terbukti Sunan Ampel mampu mengembangkan Padepokannya pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit dengan mayoritas masyarakatnya yang memeluk Agama Hindu.

Pengawalan terhadap kebhinekaan ini juga berlanjut pasca runtuhnya kerajaan Majapahit yang digantikan oleh kepemimpinan kerajaan Demak dengan warna Islamnya yang kuat. Setelahnya berdiri kokoh peradaban besar Mataram Islam yang juga menjunjung kebhinekaan menuju persatuan, keadilan dan berketuhanan. Di era ini akulturasi budaya sangat luwes dan berjalan dengan penuh edukatif, bahkan saat hadirnya VOC ke tanah Jawa pun belum mampu berbuat banyak dalam memengaruhi persatuan dan kesatuan Mataram Islam, meski lambat laun tetap terkikis dan mampu di monopoli oleh VOC. Penguasaan Belanda setelah dibubarkannya VOC juga mengilhami kekuatan persartuan para pelajar sampai tercetus pada tahun 1922 nama Indonesia sebagai indentitas bangsa dengan makna politis dalam menyatukan perjuangan dengan puncaknya pada 28 Oktober 1928 tercetuslah Sumpah Pemuda.

Geliat para pelajar sangatlah penting dalam roda dinamika peradaban sebuah bangsa, nyatanya pra kemerdekaan bangsa Indonesia yang terproklamirkan pada 17 Agustus 1945 tidak luput dari peran para pelajar yang berada di eropa dengan mengenalkan dan mendiskusikan nama Indonesia tidak hanya sebagai nama identitas sebuah wilayah seperti yang pertama kali di sebutkan oleh James Richardson Logan, seorang jurnalis dari Skotlandia pada tahun 1850, melainkan meletakkan nama Indonesia sebagai sebuah nama yang bermakna Politis. Dari sini pula yang menjadikan Indonesia mudah mendapatkan pengakuan kemerdekaan dari negara lain.

Berbicara soal Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang hingga saat ini mengalami perbedaan penafsiaran. Jika dilihat secara luas, perbedaan penafsiran tersebut merupakan dasar dari pancasila itu sendiri dengan catatan tidak menimbulkan kesewenangan dalam klaim kebenaran atas tafsirnya tersebut.  Hal inilah yang menodai kebhinekaan dalam berjalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai penerus kepemimpinan bangsa dan negara Indonesia, pelajar harusnya mengambil peran penting demi tersedianya generasi muda yang siap tanggap dan sigap dalam dinamika perkembangan zaman. Pendidikan karakter yang berlandaskan pancasila perlu di masivkan agar supaya karakter anak bangsa ini mempunyai dasar pancasila yang jelas, sebagaimana pendahulu kita sejak era nusantara kuno hingga proklmasi kemerdekaan di kumandangkan.

Dalam rangka menuju pelajar pancasila ini perlu adanya peningkatan kualitas pelajar diberbagai lini, lebih lagi lini literasi. Minat baca Indonesia saat ini ada diposisi 62 dari 70 negara yang di survey, hal ini membuktikan bahwa pelajar saat ini untuk menuju pelajar pancasila masih sangatlah berat. Mengapa demikian ?

Karena untuk menuju sebuah tatanan yang lebih baik membutuhkan pengetahuan, setelah pengetahuan yang memadai barulah bisa di eksekusi dengan baik sehingga harapan yang di ekspetasikan bisa terwujud.

Kepada para pelajar Indonesia, sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan, karakter pancasila sudah siap diwariskan kepada generasi bangsa yang telah siap mengemban amanah besar dalam mengisi peradaban bangsa.

Pekalongan, 7 Juni 2021

Penulis : Emelka

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan