You are currently viewing Mencetak Kader Berkualitas dengan Pendidikan Kontinuitas: Refleksi Harlah IPNU Ke 67

Mencetak Kader Berkualitas dengan Pendidikan Kontinuitas: Refleksi Harlah IPNU Ke 67

Sebagaimana yang sudah sangat maklum. Bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini akan mengalami yang namanya regenerasi, seperti halnya jika boleh mengiyaskannya dan mengutip salah satu bait alfiyah yang berbunyi;

ينوب مفعول به عن فاعل # فيما له كنيل خير نائل

Yang kurang lebih pada intinya, suatu saat Naibul Fail akan berubah dan menjadi menempati posisinya Fail. Begitu pula dengan kita para kader IPNU, yang kelak akan meneruskan perjuangan para kyai dan guru kita. Dan regenerasi dalam IPNU tidak akan bisa tercapai tanpa adanya kaderisasi.

            Ikatan Pelajar Nahdlotul Ulama, atau biasa dikenal dengan istilah IPNU, merupakan organisasi badan otonom dari NU. Menjadi badan otonom dari sebuah organisasi Islam terbesar ini tidaklah mudah, dan tentunya mempunyai tantangan yang cukup kompleks. Di samping itu semua, IPNU yang menjadi tonggak awal kaderisasi dari organisasi NU, secara otomatis juga memiliki peran yang cukup besar.

            Tantangan yang kini dihadapi IPNU saat ini salah satunya adalah teknologi dan kemajuan ilmu pengetahuan. Kemajuan teknologi yang kita rasakan saat ini, merupakan sebuah keniscayaan. Dan kita tak bisa memungkiri dan mengelak darinya. Yang harus kita lakukan untuk menghadapi tantangan satu ini hanyalah mengambil sikap, dan berusaha untuk melek teknologi. Agar apa? Agar kita tidak ketinggalan dan tidak mudah untuk dibodohi.

Kita tahu saat ini begitu banyak perguruan tinggi baru yang bermunculan, mulai dari sekolah tinggi, institut, hingga universitas. Sekilas, mungkin hal ini tidak ada sangkut pautnya dengan IPNU. Namun, jika kita mau merenungkannya sejenak, sebenarnya ada hubungan dan keterkaitan antara IPNU dan perguruan tinggi.

            Dari singkatannya saja kita sudah bisa mengetahui, bahwa IPNU merupakan organisasi pelajar. Yang mungkin bisa kita interpretasikan makna pelajar di sini adalah mereka yang menjadi pelajar mulai dari SD atau sederajat, SMP atau sederajat, SMA atau sederajat, hingga perguruan tinggi. Walaupun sejatinya, di dalam organisasi IPNU tidak ada dikotomi antara mereka yang menjadi pelajar formal maupun non formal, yang artinya mereka yang mungkin sudah tidak lagi menjadi pelajar formal masih bisa bergabung bahkan dengan senang hati IPNU masih akan tetap menerima mereka.

            Dan kemajuan ilmu pengetahuan ini, bisa kita rasakan dengan mendalam dan bisa kita temukan secara matang di jenjang perguruan tinggi. Sebab di perguruan tinggi ini sudah berbasis riset dan penelitian, berbeda dari jenjang-jenjang sebelumnya. Oleh karenanya, kemajuan ilmu pengetahuan akan bisa kita jumpai dan semakin kita rasakan saat kita memasuki jenjang perguruan tinggi. Selain berbasis riset dan penelitian, di jenjang ini pula kita sudah mulai diajari dan dituntut untuk menjadi pribadi yang kritis. Berbicara mengenai kritis, peran pelajar atau pemuda saat ini salah satunya adalah mengkritisi setiap apapun itu yang dirasa salah dan tidak benar. Dan sebagai pelajar atau pemuda pula sudah kewajiban kita untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang ada, tentunya dengan kritikan yang objektif dan membangun.

            Oleh karenanya, marilah kita semua menjadi pribadi yang berpendidikan, sekolahlah setinggi-tingginya, belajarlah selama-lamanya, dan membacalah sebanyak-banyaknya. Karena itu semua merupakan salah satu cara untuk kita menjadi pribadi yang berkualitas. Karena kini IPNU kita tidak hanya membutuhkan kuantitas saja, tapi juga kualitasnya.

Penulis : Aghnin Khulqi (Direktur Student Crisis Center PC IPNU Kab. Pekalongan)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan