You are currently viewing MAHASISWA DAN ERA SUPREMASI DIGITAL

MAHASISWA DAN ERA SUPREMASI DIGITAL

Mahasiswa di era supremasi digital, apa perannya???

            Zaman terus mengalami perkembangan dan perubahannya. Baik perubahan sosial, budaya, dan teknologi. Utamanya teknologi menjadi satu indikator besar dalam melihat perkembangan zaman yang semakin kompleks, terbuka, dan bahkan tanpa batasan. Dahulu, tegur sapa hanya sebatas lingkungan tetangga, tidak tahu perkembangan dunia. Segala kegiatan dilakukan secara tatap muka. Namun, dewasa ini segalanya mengalami transformasi. Dunia digital semakin mendominasi di segala lini kehidupan manusia. Dunia digital yang seakan mengalihkan dunia nyata, bahkan disebut sebagai dunia kedunia manusia membawa dampak positif dan negatif tersendiri.

            Kemudahan yang didapatkan manusia dalam melaksanakan segala kegiatan hidupnya merupakan dampak positif dari adanya teknologi dan digitalisasi. Namun, tak memungkiri, dampak negatif dari hal tersebut juga mampu mempengaruhi perkembangan pola hidup masyarakat. Dalam dunia digital, seakan interaksi manusia tidak batasannya. Keterbukaan dan kebebasan akses informasi apapun melalui dunia digital ini mengakibatkan adanya kebenaran dan kebohongan sulit diidentifikasi. Masyarakat bebas beropini dalam dunia digital, menyuarakan pendapatnya masing-masing secara bebas. Namun, ternyata hal tersebut mengakibatkan informasi kebohongan (hoax) semakin banyak. Ujaran kebencian dalam dunia digital juga tidak dapat terelakkan.

            Dunia digital kini semakin menjadi trend, diagung-agungkan oleh semua orang. Segala aktivitas digitalisasi dianggap sebagai bukti modernisasi. Hal tersebutlah yang kini disebut sebagai era supremasi digital. Dimana, dunia digitalisasi menempati posisi tertinggi dalam kehidupan manusia. Seakan-akan manusia tidak bisa hidup tanpa internet. Jumlah pengguna internet di dunia pun ikut melambung tinggi. Terlebih untuk para kaum muda generasi millenial dan generasi Z yang tidak bisa lepas dari teknologi digital. Berdasarkan data yang dilansir dari wolacom.com bahwa pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai 88,1 juta, dan pemuda menjadi mayoritas penggunanya.

            Melihat besarnya jumlah pengguna internet di Indonesia, maka tentunya akan berpengaruh pada pola kehidupan masyarakatnya. Jika semua yang ada dalam dunia digital dikonsumsi secara penuh tanpa memfilternya, maka tidak memungkiri kekacauan, bahkan hilangnya persatuan dapat terjadi. Oleh karenanya, perlu adanya sikap moderasi digital. Yang dimaksud moderasi digital ini adalah sikap saling menghargai antara satu sama lain dalam aktivitas manusia di era digitalisasi. Sebagaimana yang dijelaskan diawal, bahwa dunia digital ini merupakan pengalihan dari dunia nyata manusia. Oleh karenanya, sikap-sikap santun, saling menghargai, dan bijak perlu diterapkannya pula. Peran semua kalangan masyarakat harus dioptimalkan untuk sama-sama mengawal dan mengkontrol perkembangan teknologi di era supremasi digital. Terutamanya kaum akademisi atau mahasiswa. kenapa mahasiswa???

            Mahasiswa merupakan insan akademisi yang dituntut kritis, solutif, dan transformatif. Di pundaknya, ada amanah besar sebagai agent of change, dan agent of control social. Mahasiswa dituntut untuk mampu bersikap dinamis terhadap perkembangan zaman. Kendali sosial ada pada tangan mahasiswa. Sebab, mereka merupakan manusia yang diberi kesempatan untuk menuntut ilmu, mengembangkan dirinya, menginvestasikan diri untuk kepentingan negeri. Dengan kecakapan ilmu yang dimiliki mahasiswa dinilai dapat menjadi problem solver terhadap masalah yang ada, termasuk pada dampak negatif dari era supremasi digital.

            Dalam hal ini, mahasiswa harus terus mensosialisasikan tentang sikap moderasi digital yang terus digaungkan oleh berbagai kalangan. Sebab, dewasa ini, banyak kekacauan timbul dari adanya digitalisasi. Sebagai insan cendekia, mahasiswa harus dapat memanfaatkan serta mengendalikan era supremasi digital ini sebagai peluang berkarya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Maghfiroh Izzania Maulania (Mahasiswa STAI Ki Ageng Pekalongan)
Peserta Diklatpimnas II Tahun 2021

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan