Konfercab NU Kabupaten Pekalongan Dibuka Langsung oleh Bupati

TIRTO –  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-17. Agenda utama dari kegiatan tersebut adalah untuk memilih Ketua baik Rais Syuriah maupun Ketua Tanfidziah untuk periode 2018-2023. Selain itu terdapat beberapa agenda lain untuk menyemarakkan kegiatan lima tahunan itu, yakni diskusi publik dan pawai taaruf.
Kegiatan Konfercab NU dilaksanakan di Komplek  Masjid Desa Pucung Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (29/4/2018) dan dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. Acara dihadiri Anggota DPR RI Drs. Bisri Romly, M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., perwakilan Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah, Camat Tirto beserta Muspika, dan tamu undangan lain. Dan diikuti oleh semua delegasi pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan pengurus tingkat ranting yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Bupati dalam sambutan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung kegiatan yang digelar yakni Konferensi Cabang NU Kabupaten Pekalongan. Hal itu, kata Bupati, karena NU sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar sangat besar pula peranannya dalam pembangunan. “Kita semua tahu akan peranan NU di Republik ini. Maka dari itu Pemerintah sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan ini,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa rekomendasi dari Konfercab NU sinergi dengan program yang ada di Pemerintah Kabupaten Pekalongan. “Saya sudah membaca rekomendasi-rekomendasi Konfercab NU ini. Saya sampaikan terima kasih, dimana dari rekomendasi-rekomendasi eksternal itu khususnya yang ditujukam kepada Pemerintah, insya Allah akan saya jalankan,” tutur Bupati.
Bupati mengungkapkan rasa beruntungnya karena di Kabupaten Pekalongan sudah dua kali dipimpin oleh kader NU yaitu Ibu Siti Qomariyah dan dirinya. Kata Bupati, tentu ini hal yang harus dilakoni dengan penuh dedikasi yang dipersembahkan kepada masyarakat. “Sebagai pemimpin kita tidak boleh memihak hanya kepada salah satu organisasi tertentu saja. Namun apabila sebagai kader NU, apalagi saya adalah alumni PKP NU Angkatan I di Rengasdengklok, tentu saya sangat memahami betul akan alur perjuangan dan apa yang harus dilakukan Jam’iyyah NU dari tahun ke tahun dan dari masa ke masa. Karena hal itu adalah bagian yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Ditegaskan Bupati, ketika kader ini posisinya berada di tengah dan berada di puncak kekuasaan seperti dirinya sebagai Bupati, dan juga seperti H. Bisri Romly, pasti akan berjuang semaksimal mungkin agar kebijakan-kebijakan yang lahir disamping untuk kemaslahatan umat dan khususnya untuk penguatan perjuangan NU yang endingnya adalah untuk kesejahteraan masyarakat.
Ketua Panitia Drs. Khamin KS dalam laporannya menyampaikan Konfercab adalah amanat organisasi sebagai sarana evaluasi kinerja kepengurusan lima tahunan dan sarana menentukan langkah atau program organisasi selama lima tahun ke depan. Ada empat komisi yang dibahas dalam Konfercab, yakni bahtsul masail diniyah, program kerja, rekomendasi dan organisasi.
Selain empat komisi empat komisi yang akan dibahas, lanjut Khamin, ada satu persoalan yang dimungkinkan akan menyedot perhatian seluruh peserta Konfercab, yaitu mengenai sosok atau figur yang akan memimpin PCNU Kabupaten Pekalongan lima tahun mendatang, baik Rais maupun Ketua.
“Dalam penentuan Rais tidak lagi menggunakan sistem voting, tapi cara yang digunakan adalah Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yakni pemilihan Rais yang berdasarkan musyawarah dengan anggota AHWA yang dipilih oleh peserta Konfercab, namun dalam penentuan ketua masih menggunakan sistem suara terbanyak atau voting,” jelas Khamin. (cs)

Mukhlisin

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan