KONDISI Ke-NU-an SRAGI

pelajarkotasantri -Ba’da  isya  dengan  suasana  angin  dingin,  rembulan  pun  malu  untuk  menampakkan  diri ataupun tunduk atas  menyambut  malam  kelahiran  NU  yang sudah berusia 94 tahun. malam ini juga PWNU Jateng, kepengurusan nahdlatul ulama yang berada di tingkatan provinsi juga mengintruksikan di tingkatan bawahnya yaitu PCNU, MWC NU sampai PR NU di tingkatan desa.

Tepatnya malam ini juga banyak diselenggarakan berbagai kegiatan untuk menyambut malam kelahiran NU, salah satunya yang diintruksikan oleh PWNU Jateng yaitu untuk melaksanakan istighosah seperti yang sudah diajarkan oleh Mbah Cholil Bangkalan selaku guru dari Hadratus syaikh Hasyim Asyari.

Masjid-masjid yang terangkum dalam kecamatan Sragi pun juga banyak yang melaksanakan istighosah tersebut. namun masih banyak juga yang enggan ataupun mungkin dianggap kegiatan ini kurang begitu penting.

Ketika melihat pemetaan ke-NU-an di sragi juga dapat kita simpulkan secara sementara. dari kegiatan istighosah inipun juga menjadi gambaran sementara bahwa keadaan ke-NU-an di Sragi belum menyeluruh ataupun satu desa dengan desa lainnya masih sangat ketara baik dilihat dari segi kualitas ataupun kuantitas.

Inipun juga menjadi kekuatan dalam tubuh NU, tetapi ketika melihat sebagian ranting yg belum getol terhadap tradisi ke-NU-an, kesempatan inilah yang harus menjadi bidang garapan NU sekarang bahkan kedepan. yang harus berperan adalah semua elemen NU baik dari NU itu sendiri sampai Banom-banomnya salah satunya IPNU-IPPNU yang sasarannya adalah kawula muda.

Banggalah menjadi NU, yang selalu mengedepan Islam Nusantara sebagai Islam Rahmatan lil Alamin

Ahmad Mujahid
Pengaku Cinta NU

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan