KADERISASI (HARGA) MATI

Jika bangsa ini mengenal jargon NKRI HARGA MATI. Istilah NKRI HARGA MATI sudah tidak asing lagi bagi kita, khususnya dikalangan warga NU,  ini berarti harga yang tidak dapat ditukar lagi. NKRI HARGA MATI artinya NKRI Mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat dengan harapan agar selalu utuh dan tidak terpecah karena alasan apapun, terutama diharapkan oleh orang-orang yang memiliki jiwa cinta tanah air dan patriotisme serta semangat kebangsaan yang membara. Namun saya tidak akan membahas mengenai ini. Ada jargon yang sepertinya harus kita gaungkan yaitu KADERISASI HARGA MATI.
Mengapa Kaderisasi disebut sebagai HARGA MATI ?
Suatu Organisasi pasti tak bisa di lepaskan dari yang namanya Kaderisasi, dimana orang-orang di dalam sebuah Organisasi pasti tak selamanya bisa di andalkan terus menerus, harus ada generasi penerus yang melanjutkan. Suatu organisasi bisa dikatakan berhasil jika mampu menerapkan sistem kaderisasi yang baik, tepat dam berlanjut.
Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi,baik sipil maupun militer yang berfungsi sebagai ‘pemihak’ dan atau membantu tugas dan fungsi pokok organisasi tersebut. sedangkan pengertian Kaderisasi merupakan usaha pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang biasanya mengikuti silabus tertentu.
Salah satu Organisasi yang menerapkan Kaderisasi adalah IPNU-IPPNU. Nafas Organisasi IPNU-IPPNU adalah Kaderisasi. Kaderisasi IPNU-IPPNU adalah bagian terpenting dari perjalalanan panjang organisasi, IPNU-IPPNU akan menjadi organisasi yang matang dan maju jika proses kaderisasi berlangsung dan berlanjut dengan baik.
Jika kaderisasi dikatakan sebagai Nafas nya IPNU-IPPNU, maka jika tidak ada Kaderisasi IPNU-IPPNU bisa berakhir. Kaderisasi menjadi hal yang mutlak harus dilakukan oleh semua kalangan di IPNU-IPPNU Agar jalannya Organisasi tidak berakhir. Harus ada Seorang Pelatih ataupun senior yang berkualitas agar mampu membina dan mengkader anggotanya dengan baik.
 
Di IPNU-IPPNU sendiri memiliki jenjang kaderisasi Formal seperti Makesta, Lakmud, dan Lakut. Makesta di adakan oleh Ranting , Lakmud oleh PAC, dan Lakut oleh PC. Artinya bahwa standar kaderisasi di IPNU-IPPNU sudah baik tinggal diperbaiki sekiranya yang masih kurang. Melakukan sebuah kaderisasi jangan hanya dijadikan sebuah formalitas belaka, harus ada tindak lanjut yang jelas dan terkonsep.
Penanaman nilai-nilai aswaja, menanamkan semangat militansi terhadap organisasi, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air menjadi pembahasan yang harus dilakukan di sebuah kegiatan pengkaderan. Kaderisasi ini seperti siklus dalam kehidupan dimana untuk menjadi lebih baik harus ada peningkatan dalam diri, tentunya melalui sebuah proses yang dilakukan seperi bersekolah ataupun yang lainnya.
Esensi dari kaderisasi itu ialah transfer value and sharing knowledge. Jadi sifatnya tidak singkat, temporer, sejenak, cepat, apalagi muncul begitu saja , tidak bisa secara instan. Namun butuh proses yang panjang dan terarah. Di dalam organisasi usahakan jangan orang itu-itu saja yang diberikan kepercayaan, jangan yang senior terus yang memimpin rapat, jangan yang senior terus yang memimpin diskusi,. Dan sebagainya. Namun berikanlah kesempatan kepada kader yang lebih muda agar mendapatkan pengalaman sekaligus memperkuat mental. Hal seperti ini juga bagian dari kaderisasi karena organisasi pasti membutuhkan orang-orang baru untuk menghidupinya.
Jadi, regenerasi itu sangat penting. Organisasi ini ibaratnya api unggun.anggotanya adalah kayu bakar. Untuk membuat apinya terus menyala maka harus ada kayu bakar yang terus masuk. KADERISASI HARGA MATI.
Sekian, Wallahulmuwafiq ila aqwamithoriq
_JANGAN TUNGGU KADER, TETAPI JEMPUT KADER_
Salam Belajar berjuang bertakwa
 Khairul Anwar
Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan