Jelang UN: Dampak Buruk Bagi Pelajar Harus Di Perhatikan Pelaksana Proyek

Proyek pembangunan jalan bebas hambatan di wilayah Kabupaten Pekalongan kini dinilai telah meresahkan masyarakat. Ditambah juga aktifitas truk pengangkut tanah uruk menjadi salah satu faktor penyebab jalan menjadi berlubang dan bergelombang,  penuh debu beterbangan saat cuaca panas serta menjadi licin dan kotor saat hujan turun merupakan dampak buruk yang dirasakan oleh banyak masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Sampai saat ini Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, melalui tim pers dan jurnalistiknya telah menghimpun berbagai laporan dari anggotanya yang mtngeluhkan dampak buruk atas proyek pembangunan jalan tol tersebut. Kondisi jalan yang buruk tersebut membuat para pelajar menjadi terlambat datang di sekolah, baju seragam menjadi kotor terkena tanah merah saat hujan tiba, lebih mudah terkena gangguan saluran pernafasan karena jalan berdebu bahkan sampai pada dampak kecelakaan berkendara yang selalu mengintai pelajar saat berkendara di jalan berlubang ketika berangkat dan pulang sekolah. Tentunya hal ini dapat membuat kegiatan belajar di sekolah menjadi terganggu.

“Pada umumnya kalangan pelajar dan anggota IPNU sangat mendukung pembangunan jalan tol yang merupakan proyek nasional tersebut. Namun saya mewakili teman-teman pelajar merasa khawatir dan resah atas dampak buruk yang ditimbulkan pada proses pembangunannya. Karena itu kami PC IPNU Kabupaten Pekalongan sangat mendukung tindakan tegas Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati untuk mengawasi secara serius pelaksanaan proyek tol dengan harapan agar tidak meresahkan masyarakat”, kata Murtadho selaku Pimpinan IPNU Cabang Kabupaten Pekalongan saat berdiskusi dengan anggota IPNU di Kecamatan Sragi.

Menurut Murtadho, imbas buruk yang dirasakan kalangan pelajar tersebut jangan sampai mengganggu saat pelaksanaan Ujian Nasional yang akan berjalan nanti. Dia meminta agar pihak pelaksana proyek tol agar serius memperhatikannya dan melaksanakan langkah-langkah nyata untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan atas pembangunan proyek tersebut. Khususnya lokasi proyek yang dekat atau di sekitarnya ada lembaga pendidikan atau sekolah, seperti di Kecamatan Bojong dan Sragi Kabupaten Pekalongan.          

(aL)          

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan