You are currently viewing IPNU-IPPNU Dan Sebuah Gerakan di Masa Kini

IPNU-IPPNU Dan Sebuah Gerakan di Masa Kini

Peradaban manusia telah berubah. Dari yang tadinya menulis memakai kapur di papan tulis, kini telah menggunakan spidol.  Dari yang tadinya menulis di mesin ketik, kini sudah terbantu dengan adanya laptop atau komputer. Kasus lain, dari yang tadinya mengandalkan pesan SMS, kini telah beralih ke aplikasi WhatsApp.

Perubahan peradaban manusia yang semakin cepat ini tak terlepas dari kemajuan teknologi yang semakin hari semakin luar biasa. Kemajuan teknologi ini bahkan membuat manusia tak perlu bersusah payah untuk mendapatkan sesuatu. Sebagai contoh: Mau pesan makanan atau minuman tak perlu datang ke restoran, tapi cukup gunakan handphone, makanan atau minuman yang kita pesan dalam hitungan menit sudah sampai depan rumah.

Kemajuan teknologi ini tak luput pula harus dilalui oleh organisasi kepemudaan di Indonesia. Salah satunya adalah yang dilakukan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), yang merupakan organisasi dengan keanggotaan berusia 13 sampai 27 tahun.

Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah inovasi kegiatan yang dilakukan oleh organisasi badan otonom NU tersebut. Di zaman modern ini, kita sering menjumpai beberapa kegiatan IPNU-IPPNU tidak monoton hanya seputar keagamaan saja, seperti mengaji, yasinan, dan lain sebagainya. Namun, IPNU-IPPNU bisa mengikuti arus perkembangan zaman.

Inovasi kegiatan tersebut adalah yang mengikuti trend anak muda jaman sekarang. Seperti kita ketahui, dalam beberapa tahun terakhir, anak-anak dan pemuda di Indonesia dimanjakan dengan aplikasi bernama TikTok, sebuah aplikasi video pendek yang pertama kali muncul di negeri tirai bambu pada tahun 2016.

Aplikasi TikTok merupakan aplikasi efektif untuk menghilangkan rasa jenuh, karena hampir semua konten dalam aplikasi TikTok menyenangkan. Nah, IPNU-IPPNU mencoba memanfaatkan aplikasi ini sebagai ajang kreativitas. Untuk mewadahi generasi pelajar yang gemar bermain TikTok, dibuatlah lomba yang berhubungan dengan TikTok. Hal ini sudah dilakukan oleh IPNU-IPPNU di beberapa wilayah di tanah air.

Tentu lomba dengan memanfaatkan aplikasi TikTok ini merupakan salah satu terobosan baru yang cukup menarik. Sebab apa, hal ini bisa dijadikan sebagai media untuk merekrut anggota baru agar masuk ke dalam IPNU-IPPNU.

Ajang lomba video TikTok yang digagas oleh IPNU-IPPNU tentunya bukan yang menampilkan aksi joget yang manfaatnya sangat sedikit. Namun di konsep semenarik mungkin, dengan tujuan utamanya adalah pendidikan. IPNU-IPPNU ingin membuktikan bahwa lewat TikTok, pelajar juga bisa berkreasi.

Selain Tiktok, permainan lain yang banyak digandrungi oleh kalangan pelajar adalah Mobile Legends. Game yang dikembangkan dan dirilis oleh Moonton developer ini memang tengah menjadi primadona di kalangan anak-anak, pelajar dan pemuda Indonesia.

IPNU-IPPNU juga coba memanfaatkan minat pelajar akan hal tersebut dengan dibuatkan lomba turnamen mobile legends. Adapun panitia dan pesertanya adalah kader IPNU-IPPNU itu sendiri.

Selain mobile legends yang sangat digemari kaum milenial. Ada pula lomba photo contest. Ajang ini diselenggarakan sebagai upaya mewadahi kalangan pelajar, khususnya mereka yang suka atau hobi dalam dunia fotografi.

Ketiga hal diatas hanyalah contoh dari sekian banyak inovasi yang dilakukan IPNU-IPPNU. Pelajar NU era modern memang bergerak sesuai dengan perubahan peradaban. Agar selalu mendapatkan tempat di hati masyarakat, IPNU-IPPNU sering melakukan berbagai inovasi agar tidak ketinggalan zaman.

Sejumlah inovasi yang dilakukan IPNU-IPPNU tidak hanya sebatas ajang lomba saja. Namun, kegiatan yang lain juga kini didukung dengan kemajuan teknologi. Misal, rapat harian ataupun kegiatan diskusi, yang mana tak perlu bertatap muka langsung pun bisa diagendakan, yakni melalui aplikasi Zoom Meeting atau sejenisnya.

Kendati demikian, meski mengikuti arus perkembangan zaman, namun jangan lupakan pula tradisi yang sudah melekat pada kita sejak dulu, yakni mengaji, mencari ilmu sebagai bekal kita di akhirat nanti. Ini juga mengaplikasikan makna dari dua bulu angsa bersilang yang terdapat di logo IPNU, yang memiliki arti sintesa antara ilmu umum dan agama.

Penulis : Khairul Anwar (Lembaga Pers dan Penerbitan PC IPNU Kab. Pekalongan)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan