You are currently viewing HASIL PENELITIAN STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF ERA PANDEMI

HASIL PENELITIAN STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF ERA PANDEMI

HASIL PENELITIAN STRATEGI PEMBELAJARAN ALTERNATIF ERA PANDEMI

STUDI KASUS TAMAN NABIL STUDY CENTRE DESA WONOYOSO

Writter: Muhammad Sopari

Tim lapangan: Muhammad Khamdan

Tim penyusun: Ahmad Bustomi, Cukup Abdul Syukur

Editor: Akhsanul Marom

  1. Gambaran umum taman belajar Nabil Study Centre

                Nabil Studi Centre (NSC) desa Wonoyoso merupakan salah satu taman belajar yang dibangun dan dikelola oleh salah satu organisasi pelajar di desa Wonoyoso, yakni IPNU dan IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama) ranting  Wonoyoso. Taman belajar ini di bentuk di Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan pada tanggal 5 Dzulqo’dah 1442 H/ 16 Juni 2021. Sebagai organisasi pelajar maka tidak heran jika IPNU dan IPPNU desa Wonoyoso berkecimpung di dalam dunia pendidikan.  

                Nabil Studi Centre (NSC) didirikan dengan tujuan pengabdian dan kemanusiaan agar anak-anak yang mengalami kesusahan dalam belajar dapat tertangani oleh para tutor yang di bentuk oleh NSC. Sehingga seluruh kegiatan baik struktural, infrastruktural maupun oprasional, menggunakan sumbangsih pelajar-pelajar IPNU dan IPPNU setempat. Secara struktural baik dari penanggungjawab sampai tutor/ pengajar memberikan sumbangsih tenaganya dengan cuma-cuma. Kegiatan dan oprasional dihandle keuangan IPNU dan IPPNU desa Wonoyoso.  Kemudian tempat yang digunakan adalah MI desa Wonoyoso yang bisa ditempati dengan gratis. Pemilihan MI Wonoyoso sebagai tempat Nabil Study Centre karena pihak sekolah juga sangat mensuport kegiatan kemanusiaan ini. taman belajar NSC ini adalah hasil transformasi dari taman belajar yang sebelumnya. Menurut pengakuan M. Izzul Arob:

NSC ini adalah kelanjutan taman belajar yang sebelumnya, dulu sudah ada taman belajar, tapi masih sangat sederhana, bahkan dulu hanya menfasilitasi anak-anak dalam pembelajaran bahasa Inggris saja. Kemudian berjalanya waktu, tidak ada regenerasi pengurus dan tutor taman belajar, sehingga secara otomatis terjadi kemandegan oprasional taman belajar. Dalam hal ini kita belajar dari masa lalu, kita menambah mata pelajaran yang kemudian kita tawarkan kepada anak-anak dengan tujuan agar lebih variatif. Kita juga akan melakukan regenerasi kepengurusan NSC setiap semesternya. Juga akan melaksanakan pelatihan tutor dalam waktu dekat ini.”[1]

  • Oprasional

Sebagai taman belajar yang terorganisir, NSC berusaha semaksimal mungkin dapat memanagerial kegiatan pengabdianya dengan baik. Waktu, tempat, mapel sampai tutor dijadwalkan menurut kesepakatan para tutor, sedangkan anak-anak yang akan belajar melalui orangtuanya dipersilahkan untuk memilih jam dan pelajaran yang mereka inginkan.

NSC dilaksanakan setiap hari jum’at dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 dengan rincian sebagai berikut:

WaktuMapel
14.00-14.30IPA
14.30-15.00ARAB
15.00-15.30INGGRIS
15.30-16.00MTK

                Setiap mata pelajaran diberikan durasi waktu setengah jam, dalam hal ini tutor menentukan strategi pembelajaran dengan waktu yang terbatas dengan infrastruktur maupun suprastruktur yang terbatas pula. Strategi  yang dipakai sebagian besar tutor masih menggunakan strategi Ekspositori yang bersifat teacher center. Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Tutor menyiapkan materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada anak-anak
  2. Tutor menyampaikan secara verbal dengan menggunakan media pembelajaran yang seadanya.
  3. Tutor memberikan umpan balik
  4. Tutor memberikan evaluasi pembelajaran berupa soal-soal baik secar lisan maupun tulisan.
  • Tantangan dan hambatan

                NSC sebagai taman belajar yang menangani permasalahan-permasalahan anak dalam mengadapi pembelajaran daring yang membosankan tentunya tidak luput dari tantangan dan hambatan selama proses oprasionalnya. Menurut salah satu tutor, kendala yang dihadapi adalah pada anak-anak kelas 1 yang notabene masih benar-benar harus dikawal secara personal dalam proses belajarnya. Sehingga di ruang kelas 1, pengurus memberikan fasilitas tutor lebih dari satu. Karena jika hanya satu tutor saja yang menangani maka akan kewalahan.

                Kemudian dari pada itu, antusias anak-anak juga menjadi suatu tantangan besar bagi pengurus dan tutor NSC. Bagaimana kemudian pengurus dan tutor dapat mengimbangi keantusiasan anak-anak sedang dilain sisi pengurus dan tutor juga memiliki kesibukan masing-masing dan mengingat kegiatan NSC adalah kegiatan pengabdian yang tidak dapat memberikan gaji layaknya les privat komersial.

  • Peserta didik

Anak-anak yang mendaftar menjadi peserta didik di NSC adalah siwa-siswi SD dan MI desa setempat. Jumlah total keseluruhan mencapai 121 anak meliputi kelas 1 berjumlah 19 anak. Kelas 2 berjumlah 18 anak, kelas 3 berjumlah 26 anak, kelas empat berjumlah 22 anak, kelas 5 berjumlah 21 anak dan kelas 6 berjumlah 14 anak. Mereka dibebaskan  dalam memilih mata pelajaran yang mereka inginkan bahkan mereka diperbolehkan memilih lebih dari 1 dari mata pelajaran. Dari total keseluruhan terekap data keminatan siswa dengan perincian sebagai berikut: mapel IPA mendapatkan keminatan sebanyak 41 anak, mapel Matematika sebanyak 98 anak, bahasa Inggris sebanyak: 69 anak dan bahasa Arab sebanyak 67 anak. Jumlah siswa beserta kelasnya lebih mudah dapat dilihat pada tabel berikut:

Sedaangkan keminatan siswa dalam memilih mata pelajaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

  • Persepsi peserta didik mengenai taman belajar

Untuk mengetahui bagaimana pemahaman dan persepsi serta hal-hal yang berkaitan dengan taman belajar NSC, selain melakukan metode wawancara, kami juga melakukan metode kuisioner yang kemudian diberikan kepada siswa. Kami mengambil sampel kelas 6 sebagai sampel untuk mewakili keseluruhan populasi siswa di NSC. Beberapa persepsi yang kami tawarkan kepada siswa beserta hasilnya adalah sebagai berikut:

  1. Pemahaman terhadap taman belajar

      dalam hal ini kami menanyakan tentang pengetahuan siswa terhadap taman belajar NSC. Dan 100% siswa dapat memahami apa itu taman belajar.

  • Partisipasi kehadiran

      Partisipasi kehadiran adalah salah satu indikator tingkat keminatan siswa, seberapa besar tingkat kehadiran siswa maka sedemikian pula tingkat keminatan siswa. Tingkat partisipasi kehadiran siswa NSC dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

  • Sumber motivasi mengikuti taman belajar NSC

      Motivasi berlajar menjadi salah satu komponen utama dalam memantik siswa untuk mengikuti  KBM (kegiatan belajar mengajar) di taman belajar NSC. Dari sampel 23 anak terangkum data sebagai berikut:

  • Tingkat kepuasan siswa

      Tingkat kepuasan siswa dapat dijadikan sumber acuan dalam evaluasi suatu sistem pendidikan. Juga dapat menjadi pertimbangan pengembangan-pengembangan sistem dan strategi pembelajaaran di masa hadapan. Berikut tingkat kepuasan siswa atas hadirnya taman belajar NSC:

  • Kebermanfaat untuk memahami pelajaran

      Data paling krusial yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah seberapa besar kebermanfaat taman belajar NSC yang dirasakan oleh siswa. Meskipun tidak menegasikan variabel data-data yang lain, variabel ini akan menjadi garis besar dalam penelitian ini yang kemudian dapat menjadi pertimbangan bagi seluruh civitas kependidikan untuk melakukan problem solving  dan trobosan-trobosan dalam dunia pendidikan.

  • Clonclution

            Nabil Studi Centre (NSC)  adalah salah satu taman belajar ini didirikan dan dikelola oleh PR. IPNU dan IPPNU Desa Wonoyoso. Mulai menjamurnya taman belajar yang digarap para pelajar NU di berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan adalah hasil dari rekomendasi dan langsung dipelopori oleh Departemen jaringan pondok pesantren dan sekolah (JPS) PC IPNU kabupaten Pekalongan.

Sesuai hasil di lapangan, kami menemukan data-data yang langsung kita sentuh menggunakan observasi langsung dan Kuisioner. Beberapa data penting yang kami temukan antara lain adalah keminatan, kehadiran/ partisipasi, tingkat kepuasan, fee/ keuntungan.

                Dari total keseluruhan terekap data keminatan siswa dengan perincian sebagai berikut: mapel IPA mendapatkan keminatan sebanyak 41 anak, mapel Matematika sebanyak 98 anak, bahasa Inggris sebanyak: 69 anak dan bahasa Arab sebanyak 67 anak. Dari total 121 anak dapat dikatakan banyak yang memilih matematika. Sedangkan partisipasi dari sampel yang kami ambil dari kelas 6 adalah 70% sering hadir, 14% kadang-kadang dan sisanya tidak memberikan tanggapan. Sumber motivasi untuk mengikuti kegiatan taman belajar  cukup mengagetkan. Mereka mengemukakan lebih banyak termotivasi dari diri mereka sendiri. Sedangkan untuk tingkat kepuasan,  75% mengaku puas, 15% tidak merespon dan sisanya dalah yang kurang begitu puas. Kami juga menampung respon mereka terhadap kebermanfaatan yang dilakukan oleh NSC dalam membantu memahami pelajaran. Tercatat 60% yang sangat terbantu dan 20% terbantu, 10% cukup terbantu dan siasaya adalah yang kurang terbantu dan yang tidak memberikan tanggapan.


[1] Wawancara dengan M. Izzul Arob( penanggung jawab NSC)

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan