You are currently viewing Hadiri Konfercab, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Jelaskan Makna Trilogi IPNU
KH Muslikh Khudori, M.Si (Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan)

Hadiri Konfercab, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan Jelaskan Makna Trilogi IPNU

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, KH Muslikh Khudori, M.Si menyampaikan makna trilogi yang ada dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yaitu belajar, berjuang dan bertakwa. Menurutnya, perjuangan tidak akan ada artinya kalau tidak disertai dengan pembelajaran yang positif atau belajar yang baik.

Pernyataan itu disampaikan Kiai Muslikh saat memberikan sambutan pada upacara pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-22 IPNU Kabupaten Pekalongan bertempat di SMK NU Kajen, Jumat (1/7). 

“Kita dituntut untuk selalu belajar, baik secara formal, non formal atau informal. Dan belajar adalah salah satu bentuk daripada loyalitas kita terhadap organisasi. Belajar itu bukan sekedar pasif tapi harus aktif,” ucapnya.

Trilogi yang kedua, lanjut Kiai Muslikh, adalah berjuang.  Dikatakan, berjuang harus yang betul, bukan sekadar ramai-ramai, tapi bagaimana seorang kader IPNU harus memiliki rasa yang sensitif terhadap perkembangan-perkembangan yang terjadi di sekitarnya. “Mana perkembangan yang sifatnya negatif harus kita perjuangkan agar menjadi hasil yang positif. Itu namanya berjuang,” katanya.

Disampaikan, perjuangan tanpa takwa tidak ada artinya. Ilmu tanpa takwa juga tidak ada artinya. Walaupun orang yang berilmu derajatnya lebih tinggi daripada seorang muttaqin, tapi tidak ada artinya tanpa takwa.

“Sebagai seorang pembelajar, orang yang berjuang dan bertakwa hendaklah selalu bertanya kepada guru dan Kiai kita. Jangan datang ke Kiai pas kalau mau ada acara doang, Juga jadi kader IPNU jangan srugal srugul, tapi jadilah IPNU yang baik,”pungkasnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan M Wafik Fahmi mengatakan, tugas seorang kader IPNU adalah bagaimana bisa membina pelajar di Kabupaten Pekalongan. Fokus IPNU ke depan menurutnya adalah mendirikan komisariat-komisariat di lembaga-lembaga pendidikan.

“Komisariat masih menjadi PR penting bagi kita semua dalam membina para pelajar di sekolah, baik ma’arif maupun negeri. Fokuskan IPNU untuk masuk di ranah sekolah, khususnya agar dapat membentengi pelajar-pelajar NU maupun pelajar-pelajar sekolah negeri dari paham-paham yang tidak sejalan dengan prinsip kita,” ucapnya.

Kegiatan Konfercab ke-22 IPNU Kabupaten Pekalongan dihadiri oleh delegasi Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) se-Kabupaten Pekalongan. Turut hadir pula pengurus Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, banom NU Kabupaten Pekalongan, dan tamu undangan lainnya.

Penulis Berita: Khairul Anwar

Bagikan Rekan :

Tinggalkan Balasan