logo pelajar kota santri

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama didirikan pada 24 Februari 1954 di Semarang. Tujuan IPNU adalah terbentuknya pelajar bangsa yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu, berakhlak mulia dan berwawasan kebangsaan serta bertanggungjawab atas tegak dan terlaksananya syari’at Islam menurut faham ahlussunnah wal jama’ah yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Fitur Online Terbaru

PC IPNU Kab.Pekalongan

Online

Segera Daftar jika Rekan ingin bergabung bersama Pelajar Kota Santri untuk mengirim/ menulis di web kami

Toko

Silahkan Rekan Buka, Pilih barang di TOKO Pelajar, kemudian masukkan ke keranjang dan Bayar

Data Kader

Silahkan Rekan buka data kader IPNU Kabupaten Pekalongan di Aplikasi Data IPNU

Administrasi

Silahkan Rekan Download Contoh Persyaratan Pengajuan Surat Pengesahan (SP)

Berita

Default Width dan Height di Tag Marquee Silahkan Baca Info Terupdate tentang Pelajar Kota Santri | IPNU Kab. Pekalongan

Update

Testimonials
KH. Hasyim Asyari
KH. Hasyim Asyari Pendiri NU

"Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya"

Muhammad Wafik Fahmi Ketua PC IPNU Kab. Pekalongan

"Organisasi tidak akan bisa bertahan secara kualitas, jika didalamnya masih berfikir rendah"

habib lutfi
Habib Lutfi bin Yahya Rais Aam JATMAN

"Cinta Tanah Air itu sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas anugrah bumi pertiwi ini."

KH. Ma'ruf Amin
Prof. KH. Ma'ruf Amin Wakil Presiden RI

IPNU harus menjadi organisasi pelopor dalam mengharmonisasikan seluruh elemen bangsa dan harus bersatu dalam membangun karya (Harlah IPNU Ke-66).

Gus Dur
KH. Abdurrahman Wahid Presiden Ke-4 RI

"Berapapun besar biaya dan resikonya, NU akan tetap menjaga NKRI."

KH. Said Aqil Siroj
Prof. DR. KH. Said Aqil siroj, MA Ketua Umum PBNU

"Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang2 yg tak mengenal kita."

Mbah Mun
KH. Maimoen Zubair Ulama NU

"Ngaji seng tenan urausah mikir bakal dadi opo, Angger ngalim biso dadi opo-opo, Ora ono kemanfaatan zaman saiki, Kejobo wong iku biso ngaji"

KH. Ahmad Mustofa Bisri Pengasuh Roudhotut Tholibin - Rembang

"Wajah terindah ialah saat engkau tersenyum, dan senyum terindahmu ialah yang terpantul dari hatimu yang damai dan tulus"

    Terkait